Senin, 25 Oktober 2010

WANITA DALAM BERKARYA

Dalam kesehariannya...seorang wanita di tuntut untuk lebih mengedepankan keluarganya daripada kariernya. banyak hal yang salah dalam pernyataan itu, karena wanita berhak untuk mendapatkan hak dalam menikmati hidupnya.
Untuk menyiasati hal tersebut banyak ibu-ibu rumah tangga yang ikut perkumpulan ataupun kelompok kerajinan demi mengisi waktu luangnya dan mengisi pundi-pundi uang agar asap dapur tetap mengepul.

Hal itu diterapkan oleh perkumpulan desa Sumberrejo di daerah Ciapus Bogor.
Mereka membuat bros,kalung serta gelang yang berbahan dasar kepompong ulat sutra dari kebun murbey di sekitar rumahnya.
Pohon murbey dapat tumbuh subur di berbagai ketinggian tanah, asalkan tanahnya cukup subur dan mendapatkan penyinaran matahari yang cukup.

Bibitnya diperoleh dengan cara distek. Terdapat beberapa jenis pohon murbey, seperti catayana, multi coulis, canva, nigra dan lembang. Daun murbey dapat dijadikan pakan ulat sutera setelah berusia 3 bulan.

Proses budidaya ulat sutera dimulai dari rumah ulat kecil. Ruangan ini harus steril, karena itu saat masuk kedalamnya pengunjung harus mencuci tangan. Di ruangan ini terdapat alat inkubasi telur ulat dan pembiakan ulat kecil. Dari telur hingga berkembang menjadi ulat yang menghasilkan kepompong memerlukan waktu sekitar 15 hari.

Setelah cukup besar, ulat dipindah ke ruangan lain untuk menghasilkan kepompong. Dalam waktu 28 hari ulat sutera akan berubah menjadi kepompong atau kokon.
Kepompong inilah yang nantinya akan ditenun menjadi benang sutera. Kualitas kokon yang dihasilkan sangat ditentukan kesehatan ulat dan kualitas pakannya. Ada beberapa hama yang harus dihindari, yaitu kadal, cicak, tikus dan semut.

Sebelum diolah, kokon direbus dalam air panas dengan suhu 85 derajat celcius selama dua puluh menit. Kemudian ditiriskan dan disikat. Untuk membuat kerajinan kepompong sebenarnya, cukup sederhana. Pertama kepompong kering dibersihkan, dan di rendam dengan air panas selama lima belas menit, lalu kepompong ditiriskan, dan diberi warna. Kepompong yang sudah kering siap di rangkai sesuai keinginan.

5 komentar:

  1. kepompong juga bisa dijadikan alat masker yang bisa membantu dalam pengencangan kulit.Jenis penelitiaan ini adalah Deskriptif, dengan pendekatan metode observasi laboratorium.

    Penelitian ini menggunakan sampel 20 biji kepompong ulat Cricula trifenestrata ( 10 biji basah dan 10 biji kering ) yang diambil dari pohon alpukat yang ada Di desa Binangun, Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar.

    Dari penelitian ini didapatkan hasil kadar protein kepompong ulat Cricula trifenestrata pada berat basah 19,59%, berat kering 58,346%; sedangkan kadar lemak pada kepompong ulat Cricula trifenestrata pada berat basah 0,1362%, berat kering 0,7026%.

    BalasHapus
  2. Bagitulah tugas seorang ilmuan, mencipta..dan lebih tepatnya menyederhanakan yang rumit dlm hidup ini,,
    selamat berkarya!

    BalasHapus
  3. tetapi hidup itu kadang bisa dibuat lebay oleh para manusia yang kurang kerjaan seperti saya,,,,hehehehe

    BalasHapus
  4. xl d gadget atau IT new kasih ilmu y mas....nih aja aku ngutak-ngatik dwe mumpung gratis

    BalasHapus